Selasa, 06 Januari 2015

Cara Menentukan Passion Kita

Apa kabar para pembaca di blog saya ini. Selamat berjumpa lagi. Kali ini saya akan membahas cara menentukan passion kita. Awal saya terobsesi dengan passion berawal saat saya membaca tulisan Rene Suhardono dikompas, yang banyak bercerita tentang passion. Saya lupa apa tepatnya isi tulisannya tersebut, saya juga lupa tanggal berapa ada di kompas, tetapi yang jelas sejak saat itu saya mulai terobsesi pada passion.

Passion menurut saya adalah segala aktivitas yang kita senangi, kita fun dan enjoy dalam menjalaninya terlepas apapun alasannya. Para pengamat passion juga menambahkan, kita sering lupa waktu (tidak melihat jam) dalam melakukannya, tahu-tahu sudah sore, tahu-tahu sudah malam dan tidak terasa. Masih dari para pengamat passion, kita bahkan rela tidak dibayar, bahkan bela-belain untuk membayar, supaya bisa menjalanin passion kita tersebut. Mungkin ada yang punya pengertian sendiri masalah passion ini, silahkan saja, tetapi intinya adalah all activity yang kita enjoy no matter what it takes.

Menurut hemat saya, passion yang kita miliki sangat penting artinya bagi diri kita. Kenapa? Saya pribadi berpendapat bahwa passion adalah kunci dari kesuksesan, karena manusia diciptakan oleh Allah Swt memiliki bakat dan keahlian masing-masing. Kita sebagai manusia, tidak mungkin dapat menjadi ahli di semua bidang. Tetapi telah kita ketahui bersama bahwa setiap manusia punya keahlian dan minat masing-masing. Karenanya, setelah mengetahui apa itu passion dan arti pentingnya bagi kita, maka sejak saat itulah saya bertekad untuk menentukan passion sejati saya, terlepas dari apapun profesi yang sedang saya jalani saat ini. Dengan harapan, saya bisa menemukan apa passion sejati saya, kemudian saya bisa menerapkannya ke dalam ataupun berdampingan dengan profesi saya, ataupun murni saya beralih profesi jika memang sudah dirasa cukup mapan untuk menjalani profesi yang sesuai dengan passion saya tersebut.

Apa yang saya share di dalam blog ini, adalah murni dari pengalaman pribadi saya sendiri saat mencari jatidiri passion saya. Saya share kepada anda dengan harapan bisa menjadi inspirasi atau pembanding bagi anda dalam menentukan passion anda sendiri.

Saat saya memulai pencarian passion tersebut, seperti layaknya orang-orang di zaman sekarang, saya pun buka-buka internet, koran dan majalah tentang passion. Termasuk tentunya, saya bertanya kepada mbah google. Banyak sekali sumber-sumber informasi yang akhirnya membuat saya semakin bingung dan bias tentang passion saya. Tetapi seperti ibarat menyusun puzzle, maka sedikit demi sedikit passion saya tersebut mulai terkuak. Dan dengan gaya om bob sadino yang just do it, saya langsung beraksi.

Untungnya saya mencatat seluruh proses tersebut di bb saya, yang kemudian saya pindahkan ke evernote, sehingga saya tidak kehilangan jejak dalam langkah-langkah yang saya ambil untuk menentukan passion, yang akhirnya bisa saya tuangkan dalam blog ini.

Langkah-langkah awal yang saya lakukan, setelah saya googling kesana- kemari mencari pengertian passion dan cara menemukannya adalah sebagai berikut:

1. Langkah pertama. Yang saya lakukan adalah, saya mulai menginventarisir semua kegiatan atau aktivitas apapun yang pernah saya lakukan. Sejak saya kecil s.d. saya dewasa seperti sekarang.
Saya mencatat ada beberapa aktivitas yang telah saya lakukan. Aktifitas-aktifitas tersebut mempunyai kesan yang bagus saat saya melakukannya pada waktu tersebut. Dalam arti kata, saya senang dan enjoy melakukannya, bahkan beberapa aktifitas sudah dalam taraf gandrung untuk melakukannya. Tentunya untuk dapat mewujudkan hal ini, dibutuhkan kemampuan membayangkan masa lalu, membongkar kembali foto-foto jadul kita, dokumen-dokumen ijazah sekolah kita, piagam penghargaan dan lain sebagainya. Disamping itu, bisa juga kita mengobrol dengan orang tua kita, paman atau siapapun yang kita anggap dituakan dan tahu sejarah hidup kita.

Dibawah ini akan saya ulas aktivitas yang saya lakukan (versi saya). Untuk versi anda sendiri, tentunya bergantung pada diri anda masing-masing. Sengaja saya share disini dengan maksud untuk sebagai contoh dan bahan perbandingan bagi anda. Berikut aktivitas- aktivitas tersebut :

- Belajar bahasa inggris dan jerman.
- Membaca sejarah dunia dan peradaban.
- Mempelajari sejarah negara-negara dan kerajaan
- Mempelajari ilmu-ilmu baru
- Mempelajari ilmu-ilmu sukses dan pengembangan diri
- Menjadi pengajar/guru
- Pemimpin/promotor kegiatan/konser/ EO dll
- Pengagum diri sendiri / narsisme
- Senang dengan segala sesuatu yang ada uangnya dan bisa menghasilkan uang.
- Senang mendengarkan musik, khususnya yang bisa membayangkan kejayaan dan kemegahan, glamour kemenangan dan romantisasi cinta.
- Senang bermain segala alat musik.
- Senang mempelajari sesuatu yang baru karena penasaran ingin tahu.
- Senang mempelajari hal-hal yang mendasar/fundamental (intinya atau esensinya)
- Senang mempelajari hal-hal aneh tapi terjadi, hal- hal unik dan sejarahnya.
- Senang dengan acara-acara atau ilmu yang memprediksi masa depan.
- Pembelajar sesuatu karena apabila bisa dapat beri rasa kepuasan dan ketagihan (main game,  maen musik, menguasai software, cara bisnis, ilmu bangun rumah, olahraga/ sport)
- Pembelajar sesuatu yang masih dalam jangkauan atau sesuai kondisi sekarang sehingga mengkhayal mampu membelinya atau meraihnya (pengamat harga barang, gadget, otomotif, barang bangunan)
- Menyukai sesuatu yang dulunya bersifat jarang menang, under dog, sering terkalahkan dan terzalimi (fenomena suka dengan pihak yang menjadi korban atau terzalimi)
- Penulis hal-hal yang disukai ( sejarah, sepakbola, musik, harga2 barang sesuai jangkauan)
- Menghayal kita menjadi orang yang super dihormati (mempersonifikasikan diri ke dalamnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar